INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

Visitors Counter

BERBAGI ILMU DAN PENGALAMAN MELALUI MINI SHOW FARM DI SULAWESI SELATAN

Ilmu dan pengalaman tidak akan banyak manfaatnya jika tidak dibagi kepada sesame. Pun demikian dengan para petani di Sulawesi Selatan, melalui media mini show farm yang diadakan oleh PT BISI International, Tbk. mereka saling berbagi ilmu dan pengalaman mereka seputar pertanian yang selama ini mereka geluti.Gowa dan Jeneponto merupakan dua kabupaten di Sulawesi Selatan yang sama-sama memiliki potensi hortikultura cukup besar. Sama-sama memiliki kawasan yang berada di ketinggian antara 600 hingga 1.200 mdpl., menjadikan dua kabupaten tersebut sebagai daerah yang ideal untuk pengembangan komoditas hortikultura. Dari dua kabupaten itu pula beberapa komoditas hortikultura dihasilkan dan menjadi salah satu tumpuan hidup para petani. Cabai dan tomat misalnya. Dua komoditas itu menjadi yang paling banyak diusahakan para petani hortikultura di Kabupaten Gowa dan Jeneponto. Berlatar itu pula, sebagai mitra petani dalam berkarya, PT BISI International, Tbk. yang merupakan salah satu produsen benih hortikultura terkemuka di Indonesia, menyediakan sebuah media bagi para petani di Sulawesi Selatan, khususnya di Jeneponto dan Gowa, untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman seputar cabai dan tomat.


Read More...

SINERGI SEMPURNA BENFURON DENGAN TABELA

Sistem tanam Tabela sudah begitu jamak ditemui di Sulawesi Selatan, dan petani padi di sana selalu mengkombinasikannya dengan herbisida khusus padi, seperti Benfuron 12/18WP, untuk mengendalikan bibit-bibit gulma agar tidak berkembang.Bagi petani padi yang sudah terbiasa menggunakan sistem Tabela atau tanam benih langsung, permasalahan gulma akan selalu menjadi perhatian utama. Pasalnya, dalam sistem Tabela pertumbuhan gulma cenderung lebih dominan. Sehingga potensi penurunan hasil akibat keberadaan gulma itu pun akan lebih besar jika dibandingkan dengan sistem tanam pindah atau Tapin.Seperti data yang pernah dirilis Balai Besar Tanaman Padi Sukamandi, Jawa Barat, penurunan hasil akibat serangan gulma pada sistem Tabela bisa mencapai 96%. Sementara pada sistem tanam pindah, gulma yang tidak disiangi bisa menurunkan hasil panen sekitar 48%.


Read More...

BOOM PADI DI BENAK PETANI SULAWESI

Sudah banyak petani padi di sentra padi Sulawesi Selatan yang menggunakan BOOM Padi untuk meningkatkan produksi padi mereka. Bagaimana tanggapan mereka tentang paket lengkap tersebut?Kami’, Desa Mapadelok, Kecamatan Tanah Sitolo, Kabupaten Wajo
“Hasilnya sangat bagus. Dari lahan seluas satu hektar, dengan BOOM Padi bisa dapat 80 karung gabah (± 8,2 ton gabah kering panen-red.). Biasanya rata-rata hanya dapat 65 karung (± 6,5 ton-red.). Tanamannya juga terlihat berbeda, batangnya lebih besar, malainya panjang, anakannya banyak, dan daun benderanya tinggi.”Arifin, Desa Mapadelok, Kecamatan Tanah Sitolo, Kabupaten Wajo
“Saya sangat senang setelah pakai BOOM Padi. Hasilnya benar-benar berbeda. Tanamannya lebih subur, kuat, dan hasilnya lebih banyak. Hanya dengan satu paket ini saja sudah cukup untuk mendapatkan hasil panen yang lebih baik.”H. Sahe, Desa Mapadelok, Kecamatan Tanah Sitolo, Kabupaten Wajo
“Sudah lama saya pakai BOOM Padi. Bahkan saya dijuluki sebagai kakeknya BOOM Padi di sini. Memang, sejak pertama kali tahu kemudian saya coba sendiri dan hasilnya benar-benar bagus, akhirnya setiap kali tanam padi pasti memakai paket ini. Cukup tiga kali semprot sudah tidak perlu semprot pestisida lain. Lebih hemat tapi hasilnya hebat.”


Read More...

LEDAKAN BOOM PADI DI LUMBUNG PADI SULAWESI SELATAN

Paket pestisida ini sudah terbukti mampu meningkatkan produksi padi di sejumlah sentra padi tanah air. Pun demikian di Sulawesi Selatan, paket BOOM Padi telah ‘meledakkan’ produksi padi di salah satu provinsi lumbung padi nasional itu.Tahun ini, berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) I yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Sulawesi Selatan mencapai 5,439 juta ton gabah kering giling (GKG). Hasil itu meningkat 403 ribu ton atau 8% dibanding Angka Tetap (ATAP) tahun 2013 yang totalnya sebesar 5,035 juta ton GKG.Peningkatan produksi itu sendiri di samping karena adanya peningkatan luas panen dan kondisi iklim yang mendukung, juga karena adanya dukungan aspek budidaya yang lebih intensif yang dilakukan oleh para petani, sehingga bisa meningkatkan produktivitas tanaman.


Read More...

BREKELE YANG BIKIN KACANG PANJANG MEMBLE

Serangan virus kuning atau bulai alias brekele pada kacang panjang akhir-akhir ini sudah jamak terjadi. Intensitas serangannya pun tidak bisa dianggap remeh, karena bisa mengakibatkan kerugian hingga 100% dan mampu menyebar dengan cepat jika tidak dikendalikan sejak dini.Keberadaan penyakit kuning atau brekele atau bulai atau penyakit golkar di Indonesia pertama kali dilaporkan pada tahun 1989. Waktu itu, penyakit yang disebabkan oleh virus gemini ini menyerang pertanaman tembakau. Lantas di tahun 1996, virus tersebut ditetapkan sebagai virus potensial di negara-negara Asia yang tergabung dalam kerjasama AVNET, yaitu: Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Taiwan.Virus gemini atau virus kuning memiliki banyak inang dan mampu menginfeksi beragam jenis tanaman. Setidaknya ada tiga kerabat tanaman yang menjadi inang dari virus yang disebarkan oleh kutu kebul Bemisia tabaci ini, yaitu Solanaceae, Cucurbitaceae, dan Leguminoceae.


Read More...

SENANGNYA BERTANAM “SI ANTI BREKELE” MARATON 169

Aman tanamannya, terjamin pula hasilnya. Itulah pengakuan dari sejumlah petani yang telah menanam kacang panjang Maraton 169 yang tahan serangan virus kuning alias brekele.Daunnya tampak hijau segar, dan tidak sedikitpun yang rusak oleh penyakit. Pun demikian dengan buahnya, lebat dengan warna hijau yang mengkilap dan padat. Itulah sekilas karakter yang ditunjukkan kacang panjang Maraton 169 yang baru dirilis oleh PT BISI International, Tbk..Di samping itu, kacang panjang tersebut juga memilki keunggulan utama lain yang bisa memberikan garansi lebih bagi para petani yang menanamnya, yaitu ketahanannya terhadap serangan penyakit kuning atau brekele atau bule yang diakibatkan oleh infeksi virus gemini.


Read More...

SETELAH PUAS, ENGGAN BERALIH

Hasil melimpah dan kualitas tongkol yang bagus telah membuat petani di Kalimantan Selatan benar-benar jatuh hati dengan jagung manis Sweet Lady, hingga membuat mereka enggan beralih ke yang lain lagi.Adalah Wasiran, petani sekaligus pedagang pengepul jagung manis di Desa Sukamara, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang telah membuktikan sendiri keunggulan yang dimiliki jagung manis Sweet Lady. Ia merupakan satu di antara beberapa petani yang telah menanam jagung manis produksi PT BISI itu di desanya.Menurutnya, pada umumnya petani di daerahnya, dan Kalsel pada umumnya, menghendaki jagung manis yang memiliki ukuran tongkol besar. Pasalnya, jagung manis yang sudah dipanen dari lahan petani, dibeli pedagang dengan hitungan karung.


Read More...

SWEET LADY YANG “SO SWEET”

Semakin populernya jagung manis di masyarakat menjadikan komoditas ini sebagai salah satu pilihan utama bagi para petani dalam bercocok tanam. Tidak heran kalau ragam varietasnya pun terus bertambah dengan segala kelebihan yang ditawarkan. Salah satunya adalah Sweet Lady yang mengambil segmen pasar dataran rendah.Sejak diperkenalkan di Indonesia akhir tahun 1970-an, kehadiran jagung manis semakin populer di tengah-tengah masyarakat. Jika diamati, hampir di semua pasar, mulai dari pasar tradisional hingga moderen, keberadaan jagung manis begitu mudah dijumpai. Bahkan, sekarang ini pedagang sayur keliling yang rutin menjajakan dagangannya dari rumah ke rumah juga sering membawa serta komoditas hortikultura kerabat Gramineae atau rerumputan ini.


Read More...

RIMBUN BUAHNYA, CEPAT PANENNYA

Tiga musim berturut-turut menanam, tiga musim pula keuntungan tidak pernah lepas. Itulah yang dialami Haji Ure dari Cililin dengan cabai keriting Rimbun 3 miliknya.Tahun ini merupakan musim ketiga Haji Ure menanam kembali cabai Rimbun 3. Bagi petani sekaligus pedagang cabai di Kampung Gunung Gadung, Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Bandung Barat, Jawa Barat ini, cabai hibrida tipe keriting tersebut telah memberinya banyak nilai lebih dalam usaha tani cabai yang digelutinya selama ini. “Alhamdulillah, Rimbun (3) ini memang berbeda dibanding dengan cabai keriting lainnya,” ujar Ure membuka perbincangan dengan Abdi Tani seputar cabai produksi PT BISI International, Tbk. ini di kediamannya yang sederhana.Di kampungnya sendiri, yang notabene merupakan salah satu sentra cabai keriting di Bandung Barat, Rimbun 3 saat ini sudah menjadi andalan para petani. “Petani di sini sudah banyak yang tanam Rimbun 3, lebih dari separonya sudah memilih cabai ini,” terang Ure.


Read More...

MENCERMATI SENYAWA ‘PEMBAKAR’ LIDAH PADA CABAI

Rasa pedas yang ditimbulkan oleh cabai selalu memberikan sensasi kenikmatan tersendiri bagi para penikmatnya. Rasa pedas nan nikmat itu ternyata ditimbulkan oleh senyawa capsaicin yang terdapat pada buah cabai. Senyawa tersebut juga terbukti bisa memberikan ragam manfaat bagi tubuh.Lidah orang Asia, khususnya Indonesia, tentu sudah sangat akrab dan tidak bisa dipisahkan dengan cabai. Sensasi pedas dan ‘terbakar’ yang ditimbulkannya memberikan rasa nikmat sekaligus ‘kecanduan’ setiap kali disantap bersama beragam menu makanan.Wajar kiranya jika efek pedas dari cabai itu sampai menimbulkan ‘kecanduan’ bagi penikmatnya. Pasalnya, di dalam buah kerabat Solanaceae ini terkandung senyawa yang bernama capsaicin yang mampu membangkitkan selera makan bagi para penikmatnya.


Read More...

AMAN DI LAHAN, NYAMAN DI PENAMPUNGAN

Varietas jagung super hibrida satu ini kini menjadi andalan banyak suplier jagung yang rutin memasok ke pabrik pakan ternak di Sulawesi Selatan. Pasalnya, selain unggul dalam hal produktivitas, kualitas hasil panen jagung ini dinilai lebih baik meskipun dipanen di musim hujan.Itulah BISI 18, jagung super hibrida produksi PT BISI International, Tbk. yang saat ini menjadi pilihan utama para petani dan pedagang pengepul jagung di sentra-sentra jagung tanah air. Seperti di Takalar dan Gowa yang merupakan dua kabupaten yang menjadi sentra produksi jagung Sulawesi Selatan.Di dua kabupaten bertetangga tersebut, BISI 18 mampu menjadi varietas yang benar-benar tangguh di lahan dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Selain itu, hasil panennya pun memiliki kualitas yang lebih baik dengan kadar air yang lebih rendah meskipun ditanam di musim hujan.


Read More...

SAAT KUALITAS HASIL PANEN MENJADI PENENTU

Kualitas biji jagung hasil panen petani menjadi rambu utama bagi produsen pakan ternak untuk menghasilkan pakan yang berkualitas sesuai standar mutu yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan varietas jagung yang mumpuni di samping penanganan pascapanen yang tepat.Sebagai komoditas pangan penting kedua setelah padi atau beras, kebutuhan jagung sebagai bahan pangan maupun pakan dari tahun ke tahun akan terus meningkat seiring pertumbuhan dan perkembangan penduduk di Indonesia. Bahkan, lebih dari itu, dengan semakin pesatnya perkembangan industri peternakan turut merubah peta konsumsi jagung tanah air.Seperti diketahui, jagung merupakan komponen utama dalam industri pakan ternak, porsinya mencapai 60% dalam ransum pakan. Hal inilah yang menjadikan lebih dari 50% produksi jagung di Indonesia digunakan untuk kebutuhan industri pakan ternak, sementara untuk konsumsi pangan diperkirakan hanya berkisar 30 persennya saja. Sedangkan sisanya untuk kebutuhan industri lain.


Read More...
tanindo
GEBYAR PERBENIHAN SAMBUT AEC 2015

Tahun ini menjadi tahun keempat penyelenggaraan gebyar perbenihan oleh Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Kedaulatan pangan dan kesiapan menghadapi perdagangan bebas ASEAN (AEC) 2015 menjadi tema besar dari agenda tahunan tersebut.

Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (PSBTPH) kembali menggelar Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura 2014 yang dipusatkan di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Agenda tahunan yang diselenggarakan selama dua hari (24-25 September 2014) itu sendiri merupakan putaran keempat. Sebelumnya, tiga daerah di Jawa Timur telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan, yaitu: Kabupaten Ngawi, Kabupaten Kediri, dan Kota Batu.

Read more...
 
DAYA SIMPAN OKE, PEDAGANG PUN OYE

Bagi pedagang jagung manis, daya simpan merupakan patokan penting. Karena, hal itu sangat terkait dengan kualitas barang saat di pasar hingga sampai di tangan konsumen. Semakin bagus daya simpannya, maka jagung manis itu akan lebih menarik minat konsumen.

Sebagaimana komoditas hortikultura pada umumnya, jagung manis memiliki ciri khas daya simpan yang tidak begitu lama. Begitu selesai dipanen, hasilnya harus segera dipakai atau dikirim ke pasar sebelum kualitasnya menurun lantaran terlalu lama disimpan.

“Idealnya, pedagang menginginkan jagung manis yang masih bisa tetap segar selama tiga atau empat hari setelah dipetik dari lahan. Karena, sirkulasi jagung manis di pasar induk seperti Kramatjati itu biasanya paling lama tiga atau empat hari,” ujar Asmara Supi, suplier jagung manis asal Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Read more...
 
MENYIAPKAN SENJATA HADAPI BULAI

Layaknya seperti orang yang sedang berperang, perbekalan dan senjata yang lengkap serta strategi yang jitu disebut sebagai kunci keberhasilan. Pun demikian pada tanaman jagung, menyiapkan “senjata” dan taktik jitu sejak dini juga menjadi kunci utama untuk melindungi tanaman dari gempuran penyakit bulai.

Penyakit downy mildew atau lebih dikenal dengan sebutan penyakit bulai kerap mendapat perhatian lebih dalam budidaya tanaman jagung. Pasalnya, dibanding dengan penyakit lainnya, serangan bulai bisa mengakibatkan kehilangan hasil hingga 100% pada varietas yang rentan.

Selain itu, penyakit ini juga telah masuk kategori sebagai penyakit paling berbahaya pada tanaman jagung. Karena, semua kawasan penghasil jagung dunia, mulai dari Amerika, Afrika, India, Thailand, Filipina, hingga Indonesia tidak luput dari serangan penyakit ini.

Read more...
 
HIJAU HARMONY YANG TIDAK PAHIT DAN TAHAN VIRUS

Lebat buahnya, hijau warnanya, dan tahan serangan virus kuning. Itulah timun Harmony yang kini hadir dengan sejumlah keunggulan yang lebih menguntungkan para petani yang menanamnya.

Saat Abdi Tani mengunjungi lahan timun Harmony milik Hariyanto, sebuah sepeda motor pengangkut roda tiga yang penuh dengan timun tampak keluar lahan, sementara di tepi lahan masih ada satu lagi yang sedang menunggu untuk diisi penuh hasil panen timun hibrida yang tahan virus itu.

“Ini panenan keenam mas. Alhamdulillah hasilnya bagus,” ujar Hariyanto yang tengah sibuk memetik timun Harmony miliknya. Menurut petani dari Dusun Tirtomulyo, Desa Joho, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini, dari 7.000 tanaman Harmony, ia telah mendapatkan hasil tidak kurang dari 7 ton.

Read more...
 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).