Meraup Untung Bersama

Cabai Merah "Buana"

 

Dilihat dari sosok tanamannya, yang begitu kokoh, tegak dan rimbun sangat jauh dibandingkan tanaman cabai yang ada disekitarnya yang terkesan kurus, pendek dengan daun yang jarang, terkesan tidak terpelihara. Begitu mulai berbuah, warna buah yang merah menyala menarik perhatian dengan bentuk buah panjang dan besar sesuai dengan cabai yang kini dicari di pasar. Keunggulan lain adalah bahwa tanaman cabai varietas Buana ternyata selain mampu berbuah dua dalam satu cabang, juga penyebaran buahnya merata di seluruh cabang. Hal inilah yang membuat produksinya tergolong sangat tinggi. Itu adalah sedikit gambaran tentang cabai besar hibrida varietas Buana yang kini banyak disukai petani cabai khusunya di daerah sentra penanaman Cabai di Blitar dan Kediri

Pak Suparji tengah berpose di lahan sawahnya yang ditanami Cabai Buana-07

Tanggal 26 April 2001, team investigasi ABDI TANI mendapat undangan untuk mengikuti acara Farm Field Day (Panen Raya) Cabai Hibrida Buana di Desa Purwokerto, Kec Srengat.Kab. Blitar- Jawa Timur. Sekitar lebih dari 100 orang petani dari berbagai daerah Kabupaten Blitar begitu antusias mengikuti acara yang diadakan oleh PT. Tanindo SP atas prakarsa Tehnical Promotion Bapak Ir. Khusnul untuk wilayah Blitar. Acara itu sendiri diawali dengan pengenalan Cabai Buana yang dilanjutkan dengan kunjungan dan panen raya ke areal cabai Buana yang ditanam di lahan milik Bapak Suparji. ABDI TANI bersama MD Jatim Bapak Dibyo Pramono melihat sendiri dan mengambil beberapa buah untuk ditimbang. Hasilnya benar-benar luar biasa. Menurut penuturan Pak Parji, begitulah sapaan pemilik lahan cabai itu, Cabai Buana yang di tanam pada areal 150 ru (0.213 ha, keterangan : 1 ru = 14,2m2) di lahan bekas tomat tersebut sangat bagus pertumbuhan dan produksinya. " Saya benar-benar gembira dan senang Mas!" begitulah ungkapan Pak Parji ketika ditanya kesan melihat hasil panennya.Berdasarkan penuturannya, dengan populasi tanaman sekitar 2200 buah, dan masing-masing tanaman minimal menghasilkan 1 kg yang terdiri dari 70 buah, maka hasil minimun yang bisa dicapai dari 150 ru tersebut kurang lebih 2,2 ton (atau dapat mencapai 10,26 ton/hektar). Meskipun itu hanya demplot yang menggunakan lahan sedikit, namun dari demplot tersebut beliau bisa mengantongi Rp. 10.000.000,- bersih, hal ini didukung pula dengan harga cabai saat itu mencapai Rp. 6000,-/Kg. Apalagi biaya yang dikeluarkannya tidak banyak karena baik untuk pengo-lahan tanah, biaya mulsa, maupun lanja-ran dianggap nol sehingga uang yang ada lebih dikonsen-trasikan untuk mem-beli pestisida dan pupuk pelengkap, tentu lebih membe-rikan keuntungan lebih banyak.

Para peserta FFD yang ikut membuktikan sendiri dengan meli-hat langsung areal cabai Buana nampak ikut terheran-heran dan kagum akan penampilan tanamannya, terlebih melihat buah cabainya yang banyak. Tidak puas dengan melihat langsung, merekapun antusias menanyakan resep baik kepada pemilik lahan maupun kepada Pak Khusnul tentang mengapa tanaman cabai Buana ini bisa seperti itu yang jauh dibandingkan tanaman cabai sekitarnya. 

Menurut Pak Parji, keunggulan yang dimiliki oleh cabai buana itu antara lain : pembentukan buahnya merata, ruas antar cabangnya pendek-pendek, penam-pilan buahnya yang lurus dan merah menyala sangat menarik perhatian, bisa dipanen lebih lama dan cenderung lebih tahan terhadap serangan hama.Apalagi bila ditunjang dengan teknik budidaya yang benar seperti pemberian pupuk susulan berupa Grand S-15 setiap 10 hari sekali ditambah Grand-K, maka produktifitasnya bisa mencapai sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu berpotensi buah 1,5 kg/tanaman. Penuturan Pak Parji sebagai petani cabai umumnya diamini pula oleh pemulianya yaitu Bapak Ir. Mulyantoro, MS dari PT. BISI. Menurut Pak Mulyantoro, Cabai Buana selain memiliki keunggulan-keunggulan diatas juga tumbuh bagus pada musim kemarau maupun musim hujan. Ditambahkannya pula bahwa ciri khas cabai ini adalah pembentukan buah pertama dan buah atasnya seragam. Adapun mengenai pemasarannya, kini baik di Jawa Barat, Jawa Tengah terutama Jawa Timur sudah mendapat respon yang positif, tinggal promosi pengenalan saja yang perlu digalakkan. Cabai Buana ini juga bisa tumbuh bagus di dataran tinggi, hal ini juga didasarkan dari pengujian multilokasi seperti yang telah dilakukan di Pujon, Malang Jawa Timur.

Tanamannya yang Tinggi, Kokoh, dan Seragam merupakan salah satu keunggulan Cabai Buana-07

halaman [ 1 ] [ 2 ]