INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

RIMBUN BUAHNYA, CEPAT PANENNYA

Tiga musim berturut-turut menanam, tiga musim pula keuntungan tidak pernah lepas. Itulah yang dialami Haji Ure dari Cililin dengan cabai keriting Rimbun 3 miliknya.

Tahun ini merupakan musim ketiga Haji Ure menanam kembali cabai Rimbun 3. Bagi petani sekaligus pedagang cabai di Kampung Gunung Gadung, Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Bandung Barat, Jawa Barat ini, cabai hibrida tipe keriting tersebut telah memberinya banyak nilai lebih dalam usaha tani cabai yang digelutinya selama ini. “Alhamdulillah, Rimbun (3) ini memang berbeda dibanding dengan cabai keriting lainnya,” ujar Ure membuka perbincangan dengan Abdi Tani seputar cabai produksi PT BISI International, Tbk. ini di kediamannya yang sederhana.

Di kampungnya sendiri, yang notabene merupakan salah satu sentra cabai keriting di Bandung Barat, Rimbun 3 saat ini sudah menjadi andalan para petani. “Petani di sini sudah banyak yang tanam Rimbun 3, lebih dari separonya sudah memilih cabai ini,” terang Ure.

Menurutnya, produktivitas yang lebih tinggi dan umur yang lebih genjah menjadi alasan utama petani memilih cabai tersebut. Dibanding dengan varietas yang biasa ditanamnya selama ini, selisih hasil yang diperolehnya bisa mencapai 50% lebih banyak dengan waktu panen yang lebih awal.

“Umurnya lebih cepat, lebih genjah. Dibanding cabai yang biasa saya tanam selama ini, ada beda lima kali panen (25 hari lebih cepat-red.). Rimbun 3 umur 85 hari sudah mulai petik, kalau yang lain itu baru mulai panen di umur 105 harian,” jelas Ure.

Dari pengalamannya bertanam Rimbun 3 selama tiga musim berturut-turut, produktivitas per tanamannya rata-rata mencapai 1 kilogram. “Kalau kondisi tanamannya bagus dan cuaca juga mendukung, rata-rata bisa dapat satu kilogram per batangnya. Tapi kalau kondisinya kurang bagus minimal bisa dapat delapan ons. Hasil ini masih jauh lebih tinggi dibanding cabai biasanya yang rata-rata hanya empat ons per batang,” terangnya.

Selain umur panen yang lebih genjah, lanjut Ure, masa panen Rimbun 3 bisa lebih banyak dan lama dibanding cabai lain yang biasa ditanamnya. Dalam kondisi normal, cabai yang cocok ditanam di dataran menengah tersebut rata-rata bisa dipetik sebanyak 20 kali. Sementara cabai lainnya paling bagus hanya sampai 15 kali petik.

“Jadi kalau dipelihara dengan baik, tanamannya bisa sampai berumur enam bulan. Dengan masa panennya selama 3,5 bulan,” ujar Ure.

Menurut Zainuri, Market Development Vegetables Seed Manager PT BISI, tingginya produktivitas cabai Rimbun 3 tersebut salah satunya ditunjang oleh karakter fisik yang dimiliki oleh cabai itu sendiri. Cabai tersebut memiliki vigor tanaman yang kuat dengan percabangan yang banyak.

“Selain percabangan yang banyak, ruasnya juga pendek. Dari masing-masing ruas itulah muncul bunga dan buah. Sehingga dengan ruas yang pendek dan cabang yang banyak maka produksi buahnya pun juga banyak,” terang Zainuri.

Mudah merawatnya, mudah jualnya
Bagi petani seperti Haji Ure, di samping hasil yang melimpah, mudahnya perawatan dan jaminan pasar juga menjadi aspek penting. Pasalnya, sebagai pedagang yang biasa menyuplai cabai keriting ke beberapa pasar induk, seperti Cibitung dan Caringin, ia sudah sangat hafal dengan seluk beluk dan tataniaga percabaian.
“Yang pasti petani dan pedagang ingin sama-sama untung.

Kalau cabainya mudah dirawat dan produksinya juga tinggi, serta bentuk dan ukuran buahnya pas, sudah pasti akan langsung dipilih. Seperti Rimbun 3 ini, sudah komplit semuanya. Pengerjaannya mudah, buahnya sangat lebat, petiknya mudah, dan di pasar sudah bisa langsung diterima,” terang Ure yang dua hari sekali rutin mengirim cabai keriting ke pasar sebanyak tiga ton.

Menurut Ure, Rimbun 3 memiliki buah keriting dengan ukuran yang lebih kecil, sehingga begitu dikenalkan di pasar, langsung mendapat respon positif. Ukuran yang lebih kecil tersebut dinilai lebih menguntungkan, terutama bagi pedagang eceran yang membutuhkan ukuran cabai keriting yang tidak terlalu besar sehingga mudah untuk diecer.

Di pasar sendiri, kata Ure, ada tiga kelas cabai keriting yang biasa menjadi patokan para pedagang. Yaitu kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Masing-masing kelas tersebut yang menjadi pembedanya adalah kualitas dan penampilan fisik buah cabai.

“Yang masuk kelas 1 itu yang buahnya merah rata dan mulus, tidak ada belang warna lain. Kemudian kalau kelas 2 yang merahnya tidak rata dan ada cacat fisik seperti ujung buah yang kering. Kalau kelas 3 itu buah yang sangat buruk kualitasnya seperti ada bercak-bercak coklat pada buah,” ujar Ure.

Dari tiga kelas cabai keriting itu, perbedaan harga masing-masing kelas juga cukup besar. Cabai keriting yang masuk kelas 2 harganya setengah dari kelas 1. Sementara cabai kelas 3 dihargai sepersepuluh kelas 1.

Lebih lanjut Ure mengungkapkan bahwa cabai Rimbun 3 yang dibawanya ke pasar induk hampir semuanya masuk kelas 1, dan tidak ada yang masuk kategori kelas 3. Karena, katanya, buah cabai tersebut lebih tahan simpan dan pengangkutan jarak jauh, sehingga bisa lebih aman sesampainya di pasar.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).