INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

SWEET LADY YANG “SO SWEET”

Semakin populernya jagung manis di masyarakat menjadikan komoditas ini sebagai salah satu pilihan utama bagi para petani dalam bercocok tanam. Tidak heran kalau ragam varietasnya pun terus bertambah dengan segala kelebihan yang ditawarkan. Salah satunya adalah Sweet Lady yang mengambil segmen pasar dataran rendah.

Sejak diperkenalkan di Indonesia akhir tahun 1970-an, kehadiran jagung manis semakin populer di tengah-tengah masyarakat. Jika diamati, hampir di semua pasar, mulai dari pasar tradisional hingga moderen, keberadaan jagung manis begitu mudah dijumpai. Bahkan, sekarang ini pedagang sayur keliling yang rutin menjajakan dagangannya dari rumah ke rumah juga sering membawa serta komoditas hortikultura kerabat Gramineae atau rerumputan ini.

Semakin populernya jagung manis tersebut tidak lepas dari citarasanya yang lebih enak dan manis dengan tekstur yang lebih lembut untuk dijadikan beragam olahan dibandingkan dengan jagung pakan atau jagung pipil yang dipanen muda. Seperti yang disampaikan Azis Rifianto, penulis buku “Jagung Manis” yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya, kandungan gula yang tinggi memang menjadi pembeda utama antara jagung manis dengan jagung pipil.

“Kandungan gula yang tinggi pada jagung manis itu disebabkan oleh adanya satu gen resesif yang mencegah perubahan gula menjadi pati,” terang Azis yang juga tergabung dalam tim riset dan pengembangan tanaman jagung khusus (speciality corn) PT BISI International, Tbk..

Selain itu, penelitian dan pengembangan jagung manis di Indonesia juga terus berkembang sedemikian rupa untuk memenuhi permintaan dan harapan petani maupun konsumen akhir itu sendiri. Bagi petani, tentu mengharapkan varietas jagung manis yang memiliki karakter tanaman yang kuat, tahan hama penyakit, produktivitas tinggi, dan mudah diterima pasar.

“Kalau bagi konsumen sendiri biasanya yang penting adalah kualitas tongkolnya yang bagus dengan ukuran yang ideal dan rasa yang manis serta tidak terlalu berserat saat dimakan,” ujar Zainuri, Market Development Vegetables Seed Manager PT BISI.

Sementara dari karakteristiknya sendiri, Zainuri menyebutkan bahwa masing-masing area penanaman menghendaki tipe jagung manis yang berbeda satu sama lain. Seperti antara penanaman jagung manis di kawasan dataran tinggi dengan dataran rendah, masing-masing kawasan menghendaki karakter jagung manis yang berbeda.

“Kalau untuk dataran tinggi biasanya dibutuhkan varietas yang tahan roboh dan tahan serangan penyakit hawar daun atau kresek. Sementara di dataran rendah cenderung menghendaki varietas jagung manis yang lebih tahan penyakit bulai, di samping kualitas dan kuantitas hasil yang juga harus tinggi,” terang Zainuri.

PT BISI sendiri sebagai salah satu produsen benih terkemuka di Indonesia juga telah menghasilkan beragam varietas jagung manis yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda dan disesuaikan dengan permintaan pasar serta kondisi lingkungan tumbuh yang ada.

Seperti varietas jagung manis hibrida Sweet Lady yang dipersiapkan khusus untuk mengisi pasar di kawasan dataran rendah dengan segala karakteristiknya. Di samping itu, kata Zainuri, perkembangan jagung manis dataran rendah sendiri juga cukup pesat dan terus berkembang dari tahun ke tahun.

Jika dilihat dari karakter dan sifat tanamannya, Zainuri meyakini kalau Sweet Lady bisa menjadi andalan dan pilihan bagi para petani yang bercocok tanam jagung manis di kawasan dataran rendah. Pasalnya, secara fisik, jagung manis tersebut memiliki vigor yang kuat dengan pertumbuhan yang cepat dan seragam. Tanamannya juga mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai kondisi lahan.

“Tanamannya juga lebih tahan bulai. Ketahanan terhadap penyakit hawar daun dan karat daun juga kuat, jadi bisa memberikan garansi lebih kepada petani,” terang Zainuri.

Tongkol besar nan manis
Selain memiliki karakter fisik tanaman yang mumpuni, Sweet Lady juga mampu menghasilkan tongkol dengan kualitas yang bisa memenuhi selera pasar yang ada.  Menurut Azis, jagung manis ini memiliki ukuran tongkol yang tergolong besar dan seragam dengan rasa yang manis. “Tongkolnya besar, panjangnya sekitar 18 cm dengan diameter sekitar 5 cm. Rasanya cukup manis, karena memiliki kadar gula hingga 13,8%,” papar Azis.

Selain itu, lanjut Azis, klobotnya juga rapat dan tidak mudah kering setelah dipetik dari lahan. Dengan demikian akan lebih diminati pedagang dan pembeli, karena klobotnya awet hijau dan segar.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).