INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

SETELAH PUAS, ENGGAN BERALIH

Hasil melimpah dan kualitas tongkol yang bagus telah membuat petani di Kalimantan Selatan benar-benar jatuh hati dengan jagung manis Sweet Lady, hingga membuat mereka enggan beralih ke yang lain lagi.

Adalah Wasiran, petani sekaligus pedagang pengepul jagung manis di Desa Sukamara, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang telah membuktikan sendiri keunggulan yang dimiliki jagung manis Sweet Lady. Ia merupakan satu di antara beberapa petani yang telah menanam jagung manis produksi PT BISI itu di desanya.

Menurutnya, pada umumnya petani di daerahnya, dan Kalsel pada umumnya, menghendaki jagung manis yang memiliki ukuran tongkol besar. Pasalnya, jagung manis yang sudah dipanen dari lahan petani, dibeli pedagang dengan hitungan karung.

“Artinya, harganya bukan per kilogram lagi, tapi per karung. Jadi semakin banyak karungnya, maka pendapatan yang bisa diperoleh petani juga semakin banyak,” kata Wasiran. Lantaran itulah jagung manis Sweet Lady bisa langsung diterima di Tanah Laut. Menurut Wasiran, dengan metode perawatan yang sama dengan jagung manis lainnya yang sebelumnya biasa ia tanam, hasil yang diperoleh ternyata lebih unggul dan lebih banyak.

“Dari satu bungkus benih Sweet Lady bisa menghasilkan 12 sampai 14 karung jagung manis yang isinya sekitar 120 hingga 135 tongkol per karung. Sementara jagung manis lain yang biasa saya tanam itu rata-rata menghasilkan 10 karung per bungkus benihnya, isinya sekitar 130 sampai 140 tongkol per karung,” terang Wasiran.

Demikian halnya dengan Rusdi, petani jagung manis di Desa Gadung Keramat, Kecamatan Bakarangan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Lantaran memiliki ukuran tongkol yang lebih besar, maka jagung manis Sweet Lady langsung disenangi para petani di daerahnya. “Tongkolnya memang lebih besar. Makanya petani langsung suka, karena hasilnya juga pasti lebih banyak,” ungkap Rusdi.

Di pasar pun, kata Wasiran, jagung manis Sweet Lady mendapat prioritas utama dari pedagang besar. Seperti saat ia mengirim hasil panen jagung manis tersebut ke pasar induk Martapura, pedagang besar yang disebutnya sebagai bos jagung manis di Martapura, yaitu Tukiran, lebih mengutamakan hasil panen Sweet Lady dibanding jagung manis lainnya.

“Bos jagung di Martapura itu selalu menomor satukan Sweet Lady dibanding jagung manis lainnya. Karena, selain tongkolnya lebih besar dan seragam, bijinya juga terisi penuh dari pangkal sampai ujung tongkol. Daun klobotnya juga tidak kaku, sehingga lebih mudah dikupas dan warnanya awet hijau,” ungkap Wasiran.

Selain sudah diterima pasar, kata Rusdi, harga jualnya pun tidak berbeda dengan jagung manis lain yang lebih dulu ada di pasaran. Hanya saja memang Sweet Lady lebih diutamakan dibanding jagung manis lainnya. “Pemasarannya sudah sangat mudah, hampir semua pedagang pengepul di daerah Bakarangan sudah bisa menerima tanpa ada perbedaan harga,” terang Rusdi.

Hasil optimal dari Sweet Lady tersebut menurut Wasiran juga didukung oleh karakter tanamannya sendiri yang bagus dan upaya perawatan tanaman yang juga optimal. “Petani di sini kalau menanam jagung manis perawatannya melebihi perawatan sayuran lainnya. Di sini sudah biasa antar petani saling bersaing untuk mendapatkan hasil tertinggi, sehingga berapapun biaya yang dikeluarkan sering tidak menjadi bahan pertimbangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Wasiran mengungkapkan, dalam bercocok tanam jagung manis, di samping penggunaan pupuk dasar dan pupuk susulan lengkap dan berimbang, petani di daerahnya juga sudah biasa menggunakan zat pengatur tumbuh, pupuk daun, dan pestisida yang “berkelas” selama perawatan tanaman. Hal itu juga mereka lakukan saat bercocok tanam Sweet Lady.

“Setiap seminggu sekali kita semprot pupuk daun seperti Vitaflora. Kemudian kita juga tambahkan zat pengatur tumbuh Bigest dan pupuk daun lengkap Multi NPK serta fungisida Recor Plus dalam penyemprotan. Hasilnya, tanaman Sweet Lady bisa tumbuh optimal dan aman dari penyakit, serta hasil panennya bisa luar biasa. Hampir semua bisa keluar dua tongkol yang seragam,” terang Wasiran.

Lebih hemat benih
Performa tanaman dan hasil jagung manis Sweet Lady memang telah memberikan kesan tersendiri bagi para petani di Kalimantan Selatan. Namun, ada aspek lain yang juga disukai para petani. Yaitu, penggunaan benih yang lebih hemat dibanding jagung manis lain yang selama ini mereka tanam.

“Jumlah benihnya dalam satu kemasan lebih banyak dan lebih murah. Sehingga lebih menghemat biaya tanam. Biasanya dalam satu hektar diperlukan 15 bungkus benih jagung manis, tapi kalau tanam Sweet Lady kebutuhan benihnya cukup 10 hingga 11 bungkus benih per hektarnya,” ujar Wasiran.

Menurut Market Development Vegetables Seed and Pesticides PT BISI area Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, Rujiman, kemasan benih Sweet Lady memang lebih besar gramaturnya dibanding varietas lain yang biasa ditanam petani.

“Sweet Lady dikemas dengan berat 250 gram per kemasan benih, sementara yang lain hanya 200 gram. Sehingga petani bisa mendapat benih yang lebih banyak. Yang lebih menguntungkan lagi adalah harga benihnya juga masih lebih murah dibanding jagung manis lainnya yang kemasan 200 gram tersebut,” ujar Rujiman.

Selain itu, lanjut Rujiman, kebiasaan petani yang menanam jagung manis dengan prinsip satu biji per lubang tanam dengan jarak tanam yang cukup lebar, 50 cm x 80 cm, membuat kebutuhan benih per luasan lahannya tidak terlalu banyak. Namun, hasilnya bisa lebih optimal karena ruang antar tanaman yang lebih longgar sehingga bisa menghasilkan tongkol yang lebih besar dan potensi keluar tongkol duanya juga lebih besar.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).