INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

DAYA SIMPAN OKE, PEDAGANG PUN OYE

Bagi pedagang jagung manis, daya simpan merupakan patokan penting. Karena, hal itu sangat terkait dengan kualitas barang saat di pasar hingga sampai di tangan konsumen. Semakin bagus daya simpannya, maka jagung manis itu akan lebih menarik minat konsumen.

Sebagaimana komoditas hortikultura pada umumnya, jagung manis memiliki ciri khas daya simpan yang tidak begitu lama. Begitu selesai dipanen, hasilnya harus segera dipakai atau dikirim ke pasar sebelum kualitasnya menurun lantaran terlalu lama disimpan.

“Idealnya, pedagang menginginkan jagung manis yang masih bisa tetap segar selama tiga atau empat hari setelah dipetik dari lahan. Karena, sirkulasi jagung manis di pasar induk seperti Kramatjati itu biasanya paling lama tiga atau empat hari,” ujar Asmara Supi, suplier jagung manis asal Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Biasanya, kata Asmara Supi atau biasa dipanggil Elang, daya simpan jagung manis itu sering dilihat dari warna kulit tongkol alias klobotnya. Apabila warna hijau klobotnya lebih tahan lama, maka bisa dikatakan daya simpannya juga lebih lama.

Selain dari warnanya, kepadatan klobot yang membungkus tongkol juga menjadi tolak ukur lain. Menurut Elang, semakin padat klobotnya, maka daya simpannya juga semakin bagus.

Seperti yang ditunjukkan olehnya sebuah tongkol jagung manis Sweet Lady yang masih berada di batang tanaman dan siap dipanen beberapa hari kemudian. “Seperti ini, kulitnya terasa lebih padat seperti menyatu dengan tongkolnya. Kalau seperti ini daya simpannya biasanya bagus,” ujar Elang kepada Abdi Tani di tengah-tengah hamparan lahan jagung manis Sweet Lady milik Haji Ghofur, petani di Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Cirebon.

Dari hasil pengamatan Elang sendiri dan beberapa petani jagung manis yang menjadi mitranya, jagung manis produksi PT BISI International, Tbk. itu selain memiliki daya simpan yang cukup bagus, ukuran tongkolnya juga besar, sesuai kebutuhan pasar yang ada.

“Hasil panen Sweet Lady yang sudah saya coba kirim ke pasar induk tidak ada masalah. Ukurannya bagus, sesuai standar pasar, dan yang penting lagi daya simpannya juga ideal. Hingga tiga hari masih bagus dan segar, klobotnya tidak cepat kering, jadi aman lah,” terang Elang.

Hal yang sama juga dikatakan Haji Waslih dari Desa Pangenan, Kecamatan Pangenan, Cirebon. Menurutnya, Sweet Lady yang sudah ditanamnya telah memberikan hasil yang menyenangkan sekaligus menguntungkan.

Pasalnya, selain tongkolnya besar, seragam, dan lebih tahan simpan, kempit atau baby corn yang dihasilkannya juga banyak. Sehingga bisa memberikan keuntungan lebih bagi petani.

“Waktu itu saya tanam Sweet Lady seluas 3,5 hektar, bisa dapat kempit sebanyak 2,7 ton. Lumayan untuk nutup biaya tanam. Kalau hasil total per hektarnya sendiri bisa mencapai 12 ton,” ujar Waslih saat ditemui Abdi Tani di ladangnya seluas 5 hektar yang kembali ditanami Sweet Lady dengan beragam umur yang berbeda.

Demikian halnya dengan Haji Ghofur yang telah menanam Sweet Lady seluas 4,5 hektar dan seminggu lagi siap panen. “Kempitnya termasuk banyak, dari 4,5 hektar bisa dapat 12 ton. Tongkolnya juga besar dan seragam,” ujarnya.

Juga bebas bulai
Bagi petani jagung manis di Cirebon, selain faktor produktivitas dan kualitas hasil yang bagus, varietas yang akan mereka tanam juga harus tahan dari serangan penyakit bulai yang disebabkan oleh infeksi jamur Peronosclerospora maydis. Pasalnya, penyakit itu telah menjadi langganan sekaligus momok bagi petani jagung manis di sana.

Lantaran itu pula varietas Sweet Lady bisa langsung diterima petani. Karena, jagung manis yang memiliki potensi hasil 16 ton per hektar ini secara genetik terbukti tahan serangan bulai.

“Benar-benar tahan bulai. Tanaman saya nggak ada yang terkena bulai. Padahal varietas lain yang juga saya tanam bersamaan dan bersebelahan dengan Sweet Lady lebih dari separuhnya terserang bulai dan tidak bisa diharapkan lagi hasilnya,” terang Waslih.

Sementara itu Ghofur juga mengakui hal itu. Menurutnya, ketahanan terhadap penyakit yang bisa mengakibatkan gagal panen itu menjadi nilai lebih bagi jagung manis Sweet Lady. Karena, petani seperti dirinya tidak perlu lagi khawatir dengan ancaman kerugian yang diakibatkan bulai.

“Hebatnya (Sweet) Lady itu nggak ada yang bulai. Saya akui memang lebih tahan dibanding varietas yang lain,” ujar Ghofur.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).