INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

SENANGNYA BERTANAM “SI ANTI BREKELE” MARATON 169

Aman tanamannya, terjamin pula hasilnya. Itulah pengakuan dari sejumlah petani yang telah menanam kacang panjang Maraton 169 yang tahan serangan virus kuning alias brekele.

Daunnya tampak hijau segar, dan tidak sedikitpun yang rusak oleh penyakit. Pun demikian dengan buahnya, lebat dengan warna hijau yang mengkilap dan padat. Itulah sekilas karakter yang ditunjukkan kacang panjang Maraton 169 yang baru dirilis oleh PT BISI International, Tbk..

Di samping itu, kacang panjang tersebut juga memilki keunggulan utama lain yang bisa memberikan garansi lebih bagi para petani yang menanamnya, yaitu ketahanannya terhadap serangan penyakit kuning atau brekele atau bule yang diakibatkan oleh infeksi virus gemini.

“Tanamannya memang terbukti lebih tahan virus bule, aman sampai panen,” ujar Heri Muasoli, petani penanam Maraton 169 asal Desa Sukamaju, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Hal yang sama juga diakui oleh Jono, petani dari Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono, Nganjuk yang turut mencoba menanam Maraton 169 di lahannya yang notabene merupakan daerah endemis virus kuning.

Meskipun ditanam di daerah endemis virus, kacang panjang tersebut tetap tumbuh normal dan optimal hingga panen. Menurut Jono, dengan menanam varietas yang tahan virus tersebut, maka petani seperti dirinya bisa lebih aman dan nyaman dalam bercocok tanam kacang panjang di wilayahnya. Ia sendiri menanam Maraton 169 yang disandingkan langsung dengan varietas lain, dan hasilnya tanaman Maraton 169 memang lebih aman dari serangan brekele.

Sementara Zainuri, Market Development Vegetables Seed Manager PT BISI, mengungkapkan, selain bisa memberikan garansi aman bagi para petani kacang panjang, dengan menggunakan benih kacang panjang Maraton 169 yang tahan virus gemini, maka petani juga bisa lebih menghemat tenaga dan biaya dalam melakukan perawatan dan perlindungan tanaman mereka dari serangan brekele. “Dengan begitu petani bisa lebih nyaman dan hemat dalam bercocok tanam kacang panjang,” terang Zainuri,.

Buah lebat nan mengkilat
Bagi petani, aman dari serangan virus brekele memang menjadi salah satu hal yang penting saat bercocok tanam kacang panjang. Mengingat serangan penyakit tersebut saat ini semakin luas. Namun demikian, produktivitas juga menjadi pertimbangan utama bagi mereka sebelum memutuskan untuk menanamnya.

“Intinya, petani pastinya menginginkan yang tahan virus dan produksinya juga bagus. Dan itu bisa didapat dari kacang panjang Maraton 169,” ujar Zainuri.

Hal itu pula yang dibuktikan sendiri oleh para petani yang telah menanam Maraton 169. Di samping tanamannya aman dan tetap tumbuh optimal dengan daun yang menghijau subur, buahnya pun juga lebat dengan bunga dan calon buah yang terus bermunculan hampir di setiap ruas tanaman.

“Tanamannya bagus, daunnya subur, dan buahnya lebat. Bunganya terus ada dan tidak gampang rontok, meskipun bunga yang bawah sudah jadi buah,” kata Heri yang menanam Maraton 169 di lahan seluas seperempat hektar dan ditumpangsarikan dengan tanaman jeruk dan cabai. Dari hasil tumpangsari tersebut, hingga petikan yang ke-18 sudah mendapat 1,5 ton.

Sementara Wagimin, petani dari Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri mengungkapkan, hasil panen Maraton 169 cukup bagus. Selain lebat, kualitas buahnya juga berbeda. “Warnanya bagus, hijau mengkilap. Buahnya juga padat dengan daging buah yang tebal,” ujarnya.

Menurut Budi Santoso, staf riset tanaman kacang panjang PT BISI, daging buah yang tebal dan kompak tersebut juga menjadi salah satu penanda bahwa daya simpan Maraton 169 cukup bagus. “Daya simpannya cukup bagus, hingga tiga hari disimpan buahnya masih segar dan tidak kisut,” katanya.

Karena itulah, pedagang pun merasa diuntungkan dengan kacang panjang tersebut. Seperti Bisri, salah seorang pedagang dari Desa Sukamaju, Srono, Banyuwangi, yang membeli kacang panjang Maraton 169 milik Heri.

Menurutnya, dengan karakter buah yang padat dan tidak mudah kisut tersebut, maka akan lebih aman saat di pasar. Karena, selama di perjalanan hingga di lapak pasar, buahnya masih tetap hijau segar.

“Di pasaran tidak ada masalah dan boleh dibilang cukup bagus. Karena, buahnya keras dan nggak gampang kempos (kisut-red.), sehingga lebih awet hijau dan segar,” kata Bisri.

Demikian pula dengan Gufron dan Boiran, pedagang dari Muncar, Banyuwangi. Menurut mereka, kualitas buah kacang panjang Maraton 169 sudah sesuai selera pasar. “Daya simpannya juga bagus dan hasilnya juga banyak. Hanya saja menurut saya ukurannya kurang panjang sedikit,” kata Boiran.

Menurut Budi, potensi produksi kacang panjang Maraton 169 tersebut dalam kondisi optimal bisa mencapai 26 ton per hektar lahan, dan sudah bisa dipanen pada umur 45 hari setelah tanam.

Deskripsi Kacang Panjang Unggul Maraton 169:
- Tanaman tahan gemini virus dan berbuah lebat
- Polong berwarna hijau mengkilap
- Daging buah tebal dan kompak, sehingga tahan dalam penyimpanan
- Bentuk polong lurus dengan panjang ± 65 cm, diameter ± 0,7 cm
- Biji yang sudah tua berwarna coklat lurik – putih
- Umur panen ± 45 hari setelah tanam
- Potensi hasil ± 26 t/ha
- Kebutuhan benih 18 – 20 kg/ha dengan jarak tanam 50 x 50 cm

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).