INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

LEDAKAN BOOM PADI DI LUMBUNG PADI SULAWESI SELATAN

Paket pestisida ini sudah terbukti mampu meningkatkan produksi padi di sejumlah sentra padi tanah air. Pun demikian di Sulawesi Selatan, paket BOOM Padi telah ‘meledakkan’ produksi padi di salah satu provinsi lumbung padi nasional itu.

Tahun ini, berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) I yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Sulawesi Selatan mencapai 5,439 juta ton gabah kering giling (GKG). Hasil itu meningkat 403 ribu ton atau 8% dibanding Angka Tetap (ATAP) tahun 2013 yang totalnya sebesar 5,035 juta ton GKG.

Peningkatan produksi itu sendiri di samping karena adanya peningkatan luas panen dan kondisi iklim yang mendukung, juga karena adanya dukungan aspek budidaya yang lebih intensif yang dilakukan oleh para petani, sehingga bisa meningkatkan produktivitas tanaman.

Di sejumlah kabupaten yang menjadi sentra padi Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Sidrap, Pinrang, dan Wajo, para petani padinya sendiri sudah sangat sadar akan pentingnya meningkatkan produksi komoditas yang mereka tanam. Pasalnya, hal itu sudah menjadi mata pencaharian mereka yang utama sebagai petani.

Beragam cara dilakukan oleh para petani di tiga kabupaten tersebut untuk meningkatkan produksi padi mereka. Mulai dari penggunaan benih unggul berkualitas hingga perawatan tanaman yang lebih intensif dengan menggunakan sarana produksi, seperti pupuk dan pestisida, yang tepat dan berkualias.

“Kalau di sini, petani sudah mulai terbiasa menggunakan paket BOOM Padi untuk meningkatkan hasil panen,” terang Taufik, petani padi di Desa Mapadelok, Kecamatan Tanah Sitolo, Wajo, Sulawesi Selatan.

Menurut Taufik, penggunaan paket lengkap BOOM Padi yang berisi: ZPT Bigest 40EC, fungisida Recor Plus 300EC, dan pupuk majemuk Multi Padi, telah memberikan hasil nyata dalam peningkatan produksi dan produktivitas padi.

“Hasilnya sangat jelas berbeda, antara sebelum dan sesudah memakai. Dulu, sebelum pakai BOOM Padi, hasilnya rata-rata 65 karung per hektar. Sekarang, setelah ditambah aplikasi BOOM Padi, hasilnya bisa mencapai 80 karung per hektar (1 karung = ± 103 kg gabah kering panen),” kata Taufik.

Hal serupa juga dikatakan Subhan, petani padi di Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Sidrap. Katanya, dengan aplikasi paket pestisida tersebut hasil panennya bisa meningkat 20%. “Dari dua hektar lahan itu biasanya dapat 90 karung. Tapi setelah pakai BOOM Padi bisa dapat 120 karung,” ujarnya.

Bukan hanya hasil karungnya yang bertambah, namun bobot per karungnya juga lebih berat. Hal ini seperti yang disampaikan H. Yusuf, petani dari Desa Boki, Kecamatan Tiroang, Pinrang. Menurutnya, dibandingkan dengan perlakuan pupuk standar seperti biasanya, selisis berat gabah per karungnya cukup banyak, lebih dari 25 kg/karung.

“Biasanya yang hanya pakai pupuk itu bobotnya paling bagus 95 kilogram per karung. Tapi setelah ditambah aplikasi BOOM Padi bobotnya bisa sampai 120 kilogram per karung. Jadi sangat nyata hasilnya,” kata Yusuf.

Menurut Yusuf, bobot gabah yang lebih tinggi itu disebabkan oleh banyaknya gabah yang berisi atau prosentase gabah hampa per rumpun padinya sangat sedikit.
“Kalau diamati, jumlah anakan dan malainya menjadi lebih banyak. Daunnya lebih hijau. Gabahnya juga terlihat menarik, karena semuanya berisi dan bersih. Jadi wajar kalau hasilnya bisa lebih banyak dan lebih bobot,” ujarnya.

Beras lebih bermutu
Penggunaan paket lengkap BOOM Padi di sejumlah sentra padi Sulawesi Selatan bukan hanya mampu mendongkrak kuantitas hasil per luasan lahan saja, namun kualitas hasil panennya pun juga turut lebih baik. Seperti gabah yang lebih berat dan bersih, serta mutu beras yang lebih bagus.

Menurut H. Ahdin, petani sekaligus pemilik usaha penggilingan padi di Desa Polewali, Kecamatan Telu Lempoe, Sidrap, dengan aplikasi BOOM Padi, gabah yang dihasilkan terlihat berbeda dibanding yang biasanya. Selain lebih berat, karena hampir tidak ada yang hampa, kulit gabahnya juga terlihat lebih bersih.

“Gabahnya memang lebih bersih. Setelah digiling, berasnya juga lebih bagus. Beras utuhnya lebih banyak dan lebih bersih. Rendemennya lebih tinggi, dari satu karung gabah bisa menghasilkan rata-rata 60 kilogram beras. Kalau yang tidak pakai BOOM Padi biasanya hanya dapat 50 kilogram,” terang Ahdin saat ditemui Abdi Tani di pabrik penggilingan padi miliknya.

Ahdin sendiri memang sengaja memisahkan gabah yang dihasilkan oleh para petani yang memakai aplikasi BOOM Padi dengan yang tidak memakai. Karena, mutu beras yang dihasilkan jelas berbeda.

“Bagi penggilingan sendiri lebih suka gabah hasil aplikasi BOOM Padi. Karena, berasnya lebih bagus, rendemennya tinggi, dan bedanya nyata. Jadi lebih menguntungkan. Kalau ditimbang, berat beras per karungnya bisa lebih berat 10 kilogram dibanding beras biasa,” ujar Ahdin.

Lantaran memiliki kualitas yang lebih bagus, menurut Ahdin, beras hasil aplikasi BOOM Padi menempati kelas premium atau kelas 1 di pasar Makassar. “Berasnya juga dihargai lebih mahal Rp100 per karungnya di pasar Makassar, meskipun sama-sama beras kelas 1,” imbuhnya.

Lebih hemat pupuk
Selain bisa ‘meledakkan’ produksi padi, aplikasi BOOM Padi ternyata juga membawa keuntungan lain bagi petani sendiri. Yaitu, bisa lebih menghemat penggunaan pupuk standar. Hal ini dikatakan oleh Taufik. Di lahan padi seluas 90 are yang ia garap sendiri, penggunaan pupuknya bisa dikurangi hingga hampir separonya.

“Frekuensi pemupukannya tetap dua kali, tapi dosisnya dikurangi. Dulu, sebelum pakai BOOM Padi, untuk luasan 90 are itu biasanya menggunakan pupuk sebanyak 9 sak (5 sak NPK Pelangi dan 4 sak Urea), kini cukup 7 sak saja (5 sak NPK dan 2 sak Urea),” jelas Taufik.

Menurut Taufik, untuk mendapatkan hasil yang optimal, paket lengkap BOOM Padi harus diaplikasikan tiga kali, yaitu saat umur 20 hari setelah pindah tanam atau setelah pemupukan pertama, kemudian saat padi mulai bunting atau masa premordia, dan terakhir saat malai padi keluar semuanya.

“Aplikasi pertama itu untuk merangsang jumlah anakan yang lebih banyak. Ini bisa dibuktikan di lahan saya ini. Dari hanya dua bibit per lubang tanam, bisa keluar anakan sampai 60 batang. Aplikasi kedua dan ketiga untuk mengoptimalkan keluarnya malai dan membuat gabah lebih berisi,” terang Taufik kepada Abdi Tani di lokasi tanam padi miliknya.

Sementara itu, Mudjahiddin, General Manager Pesticides Market Development PT Tanindo Intertraco, mengungkapkan, paket BOOM Padi merupakan paket pupuk dan pestisida yang berisi Fungisida Recor 250EC, Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Bigest 40EC, dan pupuk majemuk NPK Multi Padi. Masing-masing produk tersebut memiliki sinergi peran yang saling melengkapi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen tanaman padi.

“Fungisida Recor 250EC merupakan fungisida sistemik yang mampu mengendalikan penyakit hawar daun pelepah Rhizoctonia sp. dan busuk batang Helminthiosperium sigmoideum. Bigest 40EC merupakan zat pengatur tumbuh yang digunakan untuk meningkatkan produksi dan kualitas buah tanaman padi.

Sedangkan Multi Padi adalah pupuk majemuk yang diformulasikan khusus untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Sehingga hasilnya bisa lebih banyak dan kualitasnya lebih bagus,” terang Mudjahiddin.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).