INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

BERBAGI ILMU DAN PENGALAMAN MELALUI MINI SHOW FARM DI SULAWESI SELATAN

Ilmu dan pengalaman tidak akan banyak manfaatnya jika tidak dibagi kepada sesame. Pun demikian dengan para petani di Sulawesi Selatan, melalui media mini show farm yang diadakan oleh PT BISI International, Tbk. mereka saling berbagi ilmu dan pengalaman mereka seputar pertanian yang selama ini mereka geluti.

Gowa dan Jeneponto merupakan dua kabupaten di Sulawesi Selatan yang sama-sama memiliki potensi hortikultura cukup besar. Sama-sama memiliki kawasan yang berada di ketinggian antara 600 hingga 1.200 mdpl., menjadikan dua kabupaten tersebut sebagai daerah yang ideal untuk pengembangan komoditas hortikultura. Dari dua kabupaten itu pula beberapa komoditas hortikultura dihasilkan dan menjadi salah satu tumpuan hidup para petani. Cabai dan tomat misalnya.

Dua komoditas itu menjadi yang paling banyak diusahakan para petani hortikultura di Kabupaten Gowa dan Jeneponto. Berlatar itu pula, sebagai mitra petani dalam berkarya, PT BISI International, Tbk. yang merupakan salah satu produsen benih hortikultura terkemuka di Indonesia, menyediakan sebuah media bagi para petani di Sulawesi Selatan, khususnya di Jeneponto dan Gowa, untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman seputar cabai dan tomat.

“Media itu berupa kegiatan mini show farm cabai dan tomat yang diselenggarakan di dua kabupaten, yaitu Gowa dan Jeneponto,” terang Fernando Amahorseja, Market Development Vegetables Seed PT BISI area Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara.

Mini show farm itu sendiri dipusatkan di tiga lokasi, yaitu di Kecamatan Tombolo Pao dan Tompobulu, Kabupaten Gowa, dan di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Penyelenggaraannya sendiri dilakukan secara bergantian pada bulan April 2014 yang lalu.

“Pesertanya adalah para petani dan juga pedagang, serta pemerhati pertanian yang berasal dari Gowa dan Jeneponto, serta beberapa kabupaten di sekitar lokasi mini show farm, seperti Kabupaten Sinjai dan Bantaeng,” ujar Fernando.

Lebih lanjut Fernando mengatakan, untuk komoditas yang ditanam dan ditunjukkan dalam kegiatan tersebut merupakan komoditas cabai dan tomat varietas terbaru dari PT BISI yang memiliki nilai lebih yang bermanfaat bagi para petani. Varietas tersebut antara lain: tomat hibrida Fortuna 23, tomat hibrida Royal 58, cabai hibrida Imperial 10, cabai hibrida Flash 750, dan cabai hibrida Rimbun 3.

“Tomat Fortuna 23 dan Royal 58 merupakan dua varietas tomat hibrida terbaru dari PT BISI yang tahan serangan virus gemini. Sehingga bisa memberikan harapan baru bagi para petani di Sulawesi Selatan yang akhir-akhir ini mulai dipusingkan dengan serangan virus kuning itu,” kata Fernando.

Menanggapi kegiatan tersebut, para peserta umumnya juga menyambut positif. Pasalnya, melalui media mini show farm, para peserta bisa bertemu langsung dengan petani dan pedagang lain dalam satu lokasi, sehingga bisa saling berbagi satu sama lain.

“Kami juga bisa mengetahui lebih jauh tentang produk-produk baru dari PT BISI. Seperti cabai dan tomatnya yang ternyata cukup bagus. Saya sendiri sangat tertarik dengan tomat Fortuna 23, karena tanamannya sudah tahan virus gemini. Hasil buahnya juga menarik,” kata Ahmad Dg. Hamma, petani dari Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Jeneponto.

Lain halnya dengan Saso. Petani hortikultura di Desa Tanete, Kecamatan Tompobulu, Gowa tersebut sudah menaruh harapan lebih pada varietas tomat Royal 58. Karena, selain terbukti lebih tahan virus, varietas baru itu juga memiliki potensi hasil yang tinggi.

“Ukuran buahnya ideal, sesuai permintaan pasar. Buahnya juga keras dan lebih tahan simpan. Yang penting lagi adalah tanamannya tahan virus, jadi lebih aman,” terangnya.

Sementara bagi Muhammad Akib, petani di Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Gowa, ia memberi perhatian lebih pada cabai Imperial 10, Flash 750, dan Rimbun 3 yang ditanam di lokasi mini show farm. Menurutnya, secara umum beberapa varietas cabai tersebut mampu tumbuh dengan baik dan menunjukkan hasil yang optimal.

“Cabai Flash 750 ukuran buah dan kepadatannya bagus, menurut saya sudah bisa memenuhi kriteria pasar cabai keriting. Demikian juga dengan yang Rimbun 3, produksinya cukup baik dan bisa menjadi alternatif pilihan bagi petani. Kalau yang Imperial 10, produksinya memang sangat tinggi, tapi menurut saya masih memerlukan waktu untuk tipe buahnya. Tapi secara umum sangat bagus,” ungkap Akib.

Respon positif yang ditunjukkan para peserta itu menjadi penanda baru perkembangan hortikultura di Sulawesi Selatan. Setidaknya sudah ada timbal balik yang positif antara petani, pedagang, dan juga pegiat pertanian untuk saling berbagi ilmu dan pengalamannya melalui media tersebut.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).