INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

GEBYAR PERBENIHAN SAMBUT AEC 2015

Tahun ini menjadi tahun keempat penyelenggaraan gebyar perbenihan oleh Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Kedaulatan pangan dan kesiapan menghadapi perdagangan bebas ASEAN (AEC) 2015 menjadi tema besar dari agenda tahunan tersebut.

Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (PSBTPH) kembali menggelar Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura 2014 yang dipusatkan di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Agenda tahunan yang diselenggarakan selama dua hari (24-25 September 2014) itu sendiri merupakan putaran keempat. Sebelumnya, tiga daerah di Jawa Timur telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan, yaitu: Kabupaten Ngawi, Kabupaten Kediri, dan Kota Batu.

Acara yang digelar di lapangan Desa Bendosewu itu dibuka oleh Bupati Blitar Heri Nugroho yang didampingi oleh Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Bambang Budhianto, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Wibowo Eko Putro, dan segenap pejabat eselon 2 dan 3 terkait.

Dalam laporannya, Kadisperta Jatim Wibowo Eko Putro menyebutkan bahwa gebyar perbenihan kali ini mengambil tema besar berupa “Tingkatkan Penggunaan Benih Varietas Unggul Bermutu Produksi Dalam Negeri Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Menyongsong Perdagangan Bebas ASEAN (AEC) 2015”.

“Tujuan dari acara ini adalah untuk mensosialisasikan berbagai macam benih yang ada di Jawa Timur atau di Indonesia, baik itu tanaman pangan maupun hortikultura. Di lokasi display keragaan tanaman, terdapat 59 varietas tanaman pangan dan 80 varietas tanaman hortikultura yang ditampilkan. Serta beragam sarana produksi pertanian dan produk hasil olahan pertanian,” kata Eko.

Jawa Timur sendiri, lanjut Eko, telah menjadi provinsi penyangga pangan utama nasional. Sepanjang tahun 2013 lalu, Jatim telah menyumbang produksi komoditas pangan nasional secara signifikan, di antaranya adalah: padi sebesar 12 juta ton GKG (17,66%), jagung sebanyak 5,76 juta ton (32,48%), dan kedelai sebanyak 329 ribu ton (42,51%).

Bukan hanya itu, menurut Eko, Jatim juga sudah menjadi provinsi yang mandiri dalam hal ketersediaan benih. Produksi benih padi di Jatim sepanjang tahun 2013 lalu mencapai 59.000 ton atau setara dengan luasan tanam 2,3 juta hektar. “Jadi kita masih surplus benih. Karena, luas tanam padi di Jawa Timur rata-rata dalam satu tahun seluas 2,1 juta hektar. Begitu juga untuk benih jagung. Bahkan jauh lebih tinggi surplusnya.

Karena areal pertanaman jagung di Jatim 1,2 juta hektar, sedangkan benih yang diproduksi bisa untuk konsumsi benih di provinsi lain di Indonesia,” kata Eko di hadapan lebih dari 2.000 undangan yang hadir dalam pembukaan gebyar perbenihan tersebut.

Sementara itu, Bupati Blitar Heri Nugroho dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan intensifikasi pertanian yang produktif. Salah satunya dengan menggunakan benih varietas unggul dalam negeri yang mampu menghasilkan panenan yang tinggi. Menurut Heri, hal itu juga sebagai respon diberlakukannya perdagangan bebas di kawasan ASEAN atau ASEAN Economic Community (AEC) di tahun 2015.

Dengan adanya sinkronisasi antara petani dan juga pelaku usaha, dalam hal ini produsen benih dalam negeri, maka tantangan di era AEC 2015 itu bisa menjadi peluang yang menguntungkan bagi petani sendiri dan juga para pelaku usaha pertanian. “Saya berharap petani bisa menggunakan benih bermutu produksi produsen benih Jatim, sehingga bisa mewujudkan good agricultural practices dan tidak selalu tergantung pada produk impor.

Jatim siap bersaing di pasar global dengan menawarkan produk unggulan yang aman dan berkualitas, dengan menetapkan harmonisasi antara pelaku usaha, baik produsen maupun pelaku pasar, terkait standar dan jaminan mutu,” terang Heri.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Bambang Budhiarto dalam kesempatan terpisah menyoroti pentingnya pengawasan mutu dan peredaran benih. Hal itu untuk menjamin mutu benih yang beredar di petani atau para konsumen benih, sekaligus untuk menjaga ketersediaan benih bermutu secara berkesinambungan. Untuk itu, lanjut Bambang, peran pengawas benih tanaman (PBT) di daerah sangat penting dalam pengawasan mutu dan peredaran benih. “Pengawasan mutu dan peredaran benih harus dilakukan secara tepat sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Selama dua hari berturut-turut, 24-25 September 2014, gebyar perbenihan tersebut dihadiri lebih dari 3.000 pengunjung yang terdiri dari para petani undangan se-Jawa Timur, pelajar, dan mahasiswa, serta penduduk setempat. Salah satu produsen benih terkemuka di Indonesia, PT BISI International, Tbk., juga turut serta dalam memeriahkan acara tahunan itu.

 


PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).