BELI BENIH

Apa pertimbangan utama Bpk/Ibu/Sdr. dalam membeli benih tanaman, jika jenis tanaman sudah Anda tentukan ?
 
Hortikultura (AT : 46)
Kegaduhan itu Bernama Imperial 10
Pertama kali dikenalkan, cabai ini menuai reaksi negatif dan sejumlah keraguan dari para petani. Namun setelah mengetahui performa dan hasilnya, kini cabai bernama Imperial 10 itu seakan menjelma sebagai ikon baru yang sangat digandrungi. Bahkan, keelokannya berhasil menimbulkan ‘kegaduhan’ baru di tengah-tengah petani dan pedagang di Indonesia dan juga di India.

Dari ciri fisik buahnya saat masih muda, hampir semua petani yang belum pernah menanam Imperial 10 memberikan komentar yang sama, yakni: cabai ini bakal tidak laku di pasaran. Wajar kiranya jika komentar itu muncul. Pasalnya, buah cabai ini saat masih muda berwarna hijau muda, bukan hijau tua layaknya warna cabai sejenis lainnya yang sudah ramai di pasaran.

Namun, lain ceritanya saat sudah tua. Cabai hibrida terbaru produksi PT. BISI International Tbk ini memiliki warna merah yang menyala dan merata. Inilah yang akhirnya mematahkan anggapan kalau cabai ini bakal susah laku di pasaran. Pasalnya, untuk konsumsi cabai di Indonesia, penjualan cabai muda porsinya sangat kecil dan masih jarang petani yang menjual cabainya yang masih muda. Jadi, selagi cabai itu masih bisa berwarna merah sempurna saat tuanya, pasar tidak akan pernah menolak, apapun warnanya saat masih muda.
Read more...
 
Juga Merambah Industri Makanan

Cita rasa pedas dan merahnya cabai Imperial 10 bukan hanya berhasil masuk pasar bebas, tapi kini juga mampu merambah industri makanan olahan sebagai bahan baku utama pembuatan saus sambal.

Adalah PT. Heinz ABC Indonesia yang telah menggunakan cabai hibrida Imperial 10 sebagai salah satu bahan baku utama produk saus sambalnya. Cabai hibrida produk dari PT. BISI International Tbk ini telah dinyatakan lulus uji laboratorium oleh salah satu produsen makanan dan minuman terkemuka di Indonesia itu.

“Imperial 10 telah dinyatakan lulus tes oleh Heinz (ABC), baik dari segi warna, kepedasan, maupun kadar airnya,” ujar Edi Dwi Harjuni, Pimpinan CV. Mitra Tani Mandiri (MTM) Lumajang, salah satu rekanan yang ditunjuk oleh ABC sebagai pemasok bahan baku utama produk-produknya, khususnya cabai.

Read more...
 
Keriting yang Pedas di Ranah Banyumasan
Keriting satu ini memiliki warna merah yang mengkilat saat sudah masak dengan rasa yang sudah pasti bakal menggetarkan lidah dan diikuti desisan panjang serta cucuran keringat. Itulah Trophy, varietas cabai keriting hibrida yang mampu mewarnai pasar cabai keriting di ranah Banyumasan.

Selain menyimpan ragam budaya khas Banyumasan, Kabupaten Banyumas juga memiliki potensi pertanian yang cukup besar, yang menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomiannya. Lebih khusus untuk subsektor hortikultura, kabupaten yang beribu kota di Purwokerto ini memiliki sejumlah komoditas andalan yang banyak diusahakan para petani, di antaranya adalah: cabai dan tomat. Komoditas tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan, seperti: Sokaraja, Sumbang, Ajibarang, Baturaden, dan Kedungbanteng.

Dari sentra sayuran itu pula beragam jenis cabai dihasilkan dan selalu membanjiri pasar lokal Banyumas, seperti: Kroya, Purwokerto, dan Ajibarang, terlebih untuk cabai tipe keriting dan sedang. “Untuk pasar di sini, masih lebih banyak cabai bertipe sedang dan keriting,” ucap Riyatun, pedagang sayuran dari Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah.
Read more...
 
Butuh Tiga Musim untuk Benar-benar Jatuh Hati dengan Elegance
Layaknya memilih pasangan hidup, dibutuhkan suatu proses pendekatan sekaligus pengenalan terhadap calon pasangannya. Demikian pula dengan Elegance. Varietas cabai hibrida baru ini juga benar-benar diuji selama tiga musim sebelum benar-benar dipilih oleh Suyitno sebagai cabai andalannya di tengah-tengah kondisi lingkungan yang ‘ekstrim’.

Suyitno merupakan sosok petani sekaligus petugas penyuluh pertanian di Kecamatan Plemahan yang kini telah menjadi seorang jutawan dari hasil jerih payahnya selama puluhan tahun menekuni usaha tani percabaian di kampung halamannya di Desa Kayenlor, Plemahan, Kediri.

Berlatar belakang pendidikan SPMA yang dilanjutkan di Fakultas Pertanian Universitas Islam Kadiri serta didukung seabrek pengalamannya dalam bidang olah tanam, menjadikannya sebagai salah satu petani cabai andalan sekaligus disegani di wilayahnya.
Read more...
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2


Powered by Joomla!. Designed by: free hosting perl celebrity list Valid XHTML and CSS.