INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 


TETAP BERDAYA DI TENGAH KETERBATASAN
Keterbatasan kepemilikan lahan memang sudah menjadi persoalan klasik yang dihadapi banyak petani di Indonesia. Rata-rata kepemilikan lahan para petani kita masih di bawah 0,5 hektar. Bahkan, Menteri Pertanian Suswono menyebutkan, kepemilikan lahan petani rata-rata hanya 0,3 hektar.

Hal itu masih menjadi akar permasalahan sulitnya para petani kita, yang sering disebut sebagai petani gurem, untuk hidup lebih layak dengan mengandalkan sepetak lahan yang mereka miliki. Bagaimanapun, lahan itu merupakan satu-satunya modal kerja untuk menopang kehidupan mereka.

Oleh karenanya, para petani di Indonesia idealnya harus memiliki lahan yang lebih luas agar lebih leluasa untuk menggerakkan roda kehidupan mereka sehari-hari. Namun demikian, bukan hal yang mudah untuk mewujudkan hal itu, masih terlalu banyak benturan dan hambatan yang harus dihadapi. Untuk itu, dukungan dan keberpihakan pemerintah kepada para petani gurem memang menjadi satu-satunya harapan.

Terlepas dari itu semua, jika diamati, tidak sedikit pula petani kita yang mampu bertahan dan berkembang meskipun lahan yang mereka miliki sangat terbatas. Seperti para petani di Lembang, Bandung Barat. Banyak dari mereka yang mampu hidup layak dengan mengandalkan usaha tani sayuran.

Bagi petani sayuran seperti di Lembang itu, mereka seakan sudah mengerti bagaimana caranya menyiasati sempitnya lahan yang mereka miliki agar tetap bisa memberikan hasil lebih bagi kehidupan mereka. Selain memilih jenis tanaman yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan digemari pasar, seperti sayuran, mereka juga menerapkan sistem tanam tumpang sari (polyculture) di lahan mereka.

Sehingga, meskipun lahannya tidak begitu luas, mereka masih bisa memanen beragam sayuran dalam sekali musim tanam. Selain itu, lantaran frekuensi panennya lebih sering dan dalam waktu yang tidak terlalu lama serta tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman, maka penghasilan mereka pun juga bisa lebih baik dan terjamin.
Oleh karena itu, dalam edisi kali ini kami mencoba mengangkat pola tanam polyculture itu sebagai salah satu topik bahasannya. Kami berharap hal itu bisa menjadi salah satu alternatif solusi bagi para petani yang masih selalu berkutat dengan persoalan keterbatasan lahan yang mereka miliki.

Selain itu, kami juga menyajikan sejumlah artikel dari beberapa komoditas pertanian yang bisa menjadi pilihan bagi petani dalam mengembangkan usaha taninya. Di antaranya adalah cabai hibrida Bhaskara, Sonar, dan Flash-750 yang telah memberikan hasil berlipat bagi para petani dengan meraup keuntungan puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Topik menarik lainnya, seperti jagung super hibrida baru BISI 222 dan benih kemasan home garden yang dikemas khusus untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah agar lebih produktif, juga kami sajikan dalam edisi kali ini. Kami sadar, apa yang kami sajikan masih jauh dari kata sempurna. Namun kami berharap apa yang kami sajikan masih bisa memberikan manfaat bagi para pembaca semuanya.
VCD BUDIDAYA :
Info : Untuk pemesanan silahkan transfer ke Rekening PT. Tanindo Intertraco BCA Cabang Tunjungan Surabaya 0148989888. Untuk ongkos kirim Jawa, Sumatra, Bali, Kalimantan, Sulawesi : Rp.10.000,00 sedangkan wilayah Maluku, NTB, NTT, Papua : Rp. 20.000,00.
 
 




PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).