INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

AT edisi 52 [April - Juni 2014]
MENINGKATKAN GENGSI “BERTANI”

Sektor pertanian Indonesia masih menjadi salah satu sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Meskipun berdasarkan catatan BPS pada Februari 2013 serapan tenaga kerja dari sektor pertanian menurun, yaitu hanya 35,06% (39,96 juta orang) dari angkatan kerja yang ada. Namun demikian, sektor ini masih menjadi tumpuan penting bagi kelangsungan hidup lebih dari 240 juta penduduk Indonesia, karena, kecukupan pangan bagi penduduk negeri ini masih sangat tergantung dari hasil pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Dan semua itu juga tidak lepas dari jerih payah para pahlawan pangan, yaitu jutaan petani yang tersebar di seluruh pelosok nusantara.

Mengingat begitu pentingnya peran tersebut, lantas di manakah posisi para petani kita saat ini? Sudah layakkah posisi mereka di negeri ini? Sudah seberapa sejahteranya mereka?

Menurunnya serapan tenaga kerja di sektor pertanian, seperti data yang dilangsir BPS tersebut, bisa jadi merupakan salah satu indikasi bahwa sektor ini mulai dianggap kurang menarik bagi segenap angkatan kerjanya. Mungkin juga sektor ini juga dinilai kurang menjanjikan jika dibandingkan sektor yang lain, seperti sektor industri misalnya. Dan hal ini sesuai dengan data BPS yang menunjukkan bahwa serapan tenaga kerja sektor industri di Indonesia mengalami peningkatan dari 22,2 juta orang (19,71%) pada tahun 2012 menjadi 23,5 juta orang (20,15%) pada Februari 2013.
 
Gengsi dan daya saing sektor pertanian sepertinya harus terus dipacu sedemikian rupa agar jangan sampai semakin ‘amblas’ di tengah-tengah negeri yang gemah ripah loh jinawi ini. Jangan sampai negara agraris yang subur ini terus menerus menjadi negara pengimpor pangan.
 
Seperti yang dikatakan oleh Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, untuk bisa bersaing dan terus menjadi salah satu sektor vital yang banyak menyerap tenaga kerja sekaligus penyedia kebutuhan pangan, pakan, dan energi terbarukan, maka penguasaan dan penerapan teknologi di sektor pertanian sudah harus mulai diterapkan.
 
Karena itu, kata Rusman, pertanian Indonesia ke depan tidak boleh lagi hanya berperan sebagai penghasil bahan baku industri saja, tapi sudah harus melangkah ke tahap industrialisasi. Sehingga nilai tambah komoditas pertanian dan nilai tukar petani bisa semakin meningkat. Alhasil, kesejahteraan petani pun juga dengan sendirinya akan terus merangkak naik, tidak sampai tergilas perputaran roda pembangunan. Hanya dengan kerja keras, semua itu pasti bisa terwujud.

 




PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).