INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

Klinik Tanaman (AT : 52)

Yth. Pengasuh Klinik Tanaman,

Saat ini saya hendak menanam kubis Balerina di kebun saya yang ada di Nagrek, Jawa Barat. Mohon petunjuk kunci sukses bercocok tanam kubis tersebut. Terima kasih.

Salam,
Eri Purnama
(**********@yahoo.co.id)

Bapak Eri Purnama di Nagrek, Jawa Barat. Untuk bercocok tanam kubis, terdapat tiga hal utama yang perlu diperhatikan, yaitu: penyemaian bibit, persiapan lahan, dan pemeliharaan tanaman.
 
Penyemaian diperlukan untuk menyiapkan bibit kubis yang sehat sebelum tanam. Oleh karena itu, diperlukan benih kubis yang berkualitas dan tentu saja juga sehat. Media semai terdiri dari: tanah, pasir, dan kompos, dengan perbandingan masing-masing 1:1:1. Sebelum disemaikan, benih kubis sebaiknya dilapisi fungisida, misalnya Victory 80WP, untuk melindungi benih dari infeksi jamur. Lakukan penyiraman sampai bibit berumur 25 hari.
 
Selanjutnya adalah persiapan lahan. Sebaiknya lahan yang digunakan termasuk lahan yang subur, dengan cara pengolahan yang tepat, serta memperhatikan cara tanam dan jarak tanam. Penambahan kompos atau pupuk kandang di saat pengolahan tanah juga diperlukan untuk menjaga kesuburan. Jarak tanam yang biasa digunakan adalah 60 x 40 cm. Sedangkan ukuran bedengannya: tinggi 30 cm, lebar 1 m, dan jarak antar bedengan (got drainase) 40 cm.
 
Sementara untuk pemeliharaan tanaman meliputi pengairan, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit. Pengairan tanaman sebaiknya dilakukan dengan menggunakan air bersih yang dikocorkan ke bidang tanaman. Pemupukan sangat dianjurkan menggunakan pupuk lengkap NPK dengan dosis sesuai anjuran.
 
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara memantau perkembangan hama dan penyakit pada tanaman. Hal ini sangat membantu, karena dapat mengetahui kapan pengendalian atau penyemprotan pestisida bisa dilakukan dengan tepat.
 
Hama yang biasa menyerang tanaman kubis antara lain adalah: ulat Plutella yang menyerang daun dan ulat krop yang menyerang krop atau kepala kubis. Untuk pengendalian kedua hama ini, Bapak bisa menyemprot dengan TurexWP dicampur dengan Promectin 60EC atau Cypermax 200EC.
 
Sedangkan penyakit utamanya adalah bengkak akar (akar gada) dan busuk hitam. Untuk mencegah akar gada, Bapak bisa menggunakan fungisida Centro 75WG dengan cara menyiramkan pada lubang tanam saat pindah tanam. Sementara untuk mengatasi penyakit busuk hitam bisa menyemprotkan Copcide 77WP saat mulai ada gejala serangan.
 
Demikian, penjelasan singkat dari kami, untuk lebih lengkapnya Bapak bisa membeli VCD Budidaya Kubis melalui nomor telepon (031) 7882528 (up.: Ahsin). Terima kasih, semoga bermanfaat.

 




PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).