INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

Hortikultura (AT : 54)
SENANGNYA BERTANAM “SI ANTI BREKELE” MARATON 169

Aman tanamannya, terjamin pula hasilnya. Itulah pengakuan dari sejumlah petani yang telah menanam kacang panjang Maraton 169 yang tahan serangan virus kuning alias brekele.

Daunnya tampak hijau segar, dan tidak sedikitpun yang rusak oleh penyakit. Pun demikian dengan buahnya, lebat dengan warna hijau yang mengkilap dan padat. Itulah sekilas karakter yang ditunjukkan kacang panjang Maraton 169 yang baru dirilis oleh PT BISI International, Tbk..

Di samping itu, kacang panjang tersebut juga memilki keunggulan utama lain yang bisa memberikan garansi lebih bagi para petani yang menanamnya, yaitu ketahanannya terhadap serangan penyakit kuning atau brekele atau bule yang diakibatkan oleh infeksi virus gemini.

Read more...
 
HIJAU HARMONY YANG TIDAK PAHIT DAN TAHAN VIRUS

Lebat buahnya, hijau warnanya, dan tahan serangan virus kuning. Itulah timun Harmony yang kini hadir dengan sejumlah keunggulan yang lebih menguntungkan para petani yang menanamnya.

Saat Abdi Tani mengunjungi lahan timun Harmony milik Hariyanto, sebuah sepeda motor pengangkut roda tiga yang penuh dengan timun tampak keluar lahan, sementara di tepi lahan masih ada satu lagi yang sedang menunggu untuk diisi penuh hasil panen timun hibrida yang tahan virus itu.

“Ini panenan keenam mas. Alhamdulillah hasilnya bagus,” ujar Hariyanto yang tengah sibuk memetik timun Harmony miliknya. Menurut petani dari Dusun Tirtomulyo, Desa Joho, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini, dari 7.000 tanaman Harmony, ia telah mendapatkan hasil tidak kurang dari 7 ton.

Read more...
 
DAYA SIMPAN OKE, PEDAGANG PUN OYE

Bagi pedagang jagung manis, daya simpan merupakan patokan penting. Karena, hal itu sangat terkait dengan kualitas barang saat di pasar hingga sampai di tangan konsumen. Semakin bagus daya simpannya, maka jagung manis itu akan lebih menarik minat konsumen.

Sebagaimana komoditas hortikultura pada umumnya, jagung manis memiliki ciri khas daya simpan yang tidak begitu lama. Begitu selesai dipanen, hasilnya harus segera dipakai atau dikirim ke pasar sebelum kualitasnya menurun lantaran terlalu lama disimpan.

“Idealnya, pedagang menginginkan jagung manis yang masih bisa tetap segar selama tiga atau empat hari setelah dipetik dari lahan. Karena, sirkulasi jagung manis di pasar induk seperti Kramatjati itu biasanya paling lama tiga atau empat hari,” ujar Asmara Supi, suplier jagung manis asal Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Read more...
 
SETELAH PUAS, ENGGAN BERALIH

Hasil melimpah dan kualitas tongkol yang bagus telah membuat petani di Kalimantan Selatan benar-benar jatuh hati dengan jagung manis Sweet Lady, hingga membuat mereka enggan beralih ke yang lain lagi.

Adalah Wasiran, petani sekaligus pedagang pengepul jagung manis di Desa Sukamara, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang telah membuktikan sendiri keunggulan yang dimiliki jagung manis Sweet Lady. Ia merupakan satu di antara beberapa petani yang telah menanam jagung manis produksi PT BISI itu di desanya.

Menurutnya, pada umumnya petani di daerahnya, dan Kalsel pada umumnya, menghendaki jagung manis yang memiliki ukuran tongkol besar. Pasalnya, jagung manis yang sudah dipanen dari lahan petani, dibeli pedagang dengan hitungan karung.

Read more...
 
SWEET LADY YANG “SO SWEET”

Semakin populernya jagung manis di masyarakat menjadikan komoditas ini sebagai salah satu pilihan utama bagi para petani dalam bercocok tanam. Tidak heran kalau ragam varietasnya pun terus bertambah dengan segala kelebihan yang ditawarkan. Salah satunya adalah Sweet Lady yang mengambil segmen pasar dataran rendah.

Sejak diperkenalkan di Indonesia akhir tahun 1970-an, kehadiran jagung manis semakin populer di tengah-tengah masyarakat. Jika diamati, hampir di semua pasar, mulai dari pasar tradisional hingga moderen, keberadaan jagung manis begitu mudah dijumpai. Bahkan, sekarang ini pedagang sayur keliling yang rutin menjajakan dagangannya dari rumah ke rumah juga sering membawa serta komoditas hortikultura kerabat Gramineae atau rerumputan ini.

Read more...
 
RIMBUN BUAHNYA, CEPAT PANENNYA

Tiga musim berturut-turut menanam, tiga musim pula keuntungan tidak pernah lepas. Itulah yang dialami Haji Ure dari Cililin dengan cabai keriting Rimbun 3 miliknya.

Tahun ini merupakan musim ketiga Haji Ure menanam kembali cabai Rimbun 3. Bagi petani sekaligus pedagang cabai di Kampung Gunung Gadung, Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Bandung Barat, Jawa Barat ini, cabai hibrida tipe keriting tersebut telah memberinya banyak nilai lebih dalam usaha tani cabai yang digelutinya selama ini. “Alhamdulillah, Rimbun (3) ini memang berbeda dibanding dengan cabai keriting lainnya,” ujar Ure membuka perbincangan dengan Abdi Tani seputar cabai produksi PT BISI International, Tbk. ini di kediamannya yang sederhana.

Di kampungnya sendiri, yang notabene merupakan salah satu sentra cabai keriting di Bandung Barat, Rimbun 3 saat ini sudah menjadi andalan para petani. “Petani di sini sudah banyak yang tanam Rimbun 3, lebih dari separonya sudah memilih cabai ini,” terang Ure.

Read more...
 
MENCERMATI SENYAWA ‘PEMBAKAR’ LIDAH PADA CABAI

Rasa pedas yang ditimbulkan oleh cabai selalu memberikan sensasi kenikmatan tersendiri bagi para penikmatnya. Rasa pedas nan nikmat itu ternyata ditimbulkan oleh senyawa capsaicin yang terdapat pada buah cabai. Senyawa tersebut juga terbukti bisa memberikan ragam manfaat bagi tubuh.

Lidah orang Asia, khususnya Indonesia, tentu sudah sangat akrab dan tidak bisa dipisahkan dengan cabai. Sensasi pedas dan ‘terbakar’ yang ditimbulkannya memberikan rasa nikmat sekaligus ‘kecanduan’ setiap kali disantap bersama beragam menu makanan.

Wajar kiranya jika efek pedas dari cabai itu sampai menimbulkan ‘kecanduan’ bagi penikmatnya. Pasalnya, di dalam buah kerabat Solanaceae ini terkandung senyawa yang bernama capsaicin yang mampu membangkitkan selera makan bagi para penikmatnya.

Read more...
 




PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).