INFORMASI PRODUK

Darimana ANDA mendapatkan informasi produk-produk pertanian (Benih & Pestisida) ?
 

BISI apk

Paria
Pengantar Paria
Paria (Momordica charantia) berasal dari India Barat dan Burma. Di Indonesia, pengembangan dan pembudidayaannya disebarluaskan oleh orang-orang Belanda.
Tanaman yang biasa disebut pare ini termasuk salah satu jenis sayuran yang berpotensi komersial bila dibudidayakan secara intensif karena nilai ekonomisnya cukup tinggi.
Selain merupakan komoditas usaha tani yang menguntungkan, pare juga mengandung gizi tinggi dan lengkap serta berkhasiat sebagai obat untuk beberapa jenis penyakit. Paria biasa tersaji sebagai sayur penambah nafsu makan di Jawa Barat. Tak hanya di Indonesia, paria dikenal sebagai panasea di berbagai belahan bumi.
 
 
F1 - NEW MAYA
Cocok ditanam di dataran rendah sampai tinggi. Tanaman cukup tahan terhadap penyakit Downey Mildew dan tahan terhadap layu Fusarium. Bentuk buah silindris, berwarna hijau dengan bentuk mata lilin halus. Panjang buah ± 28 cm, diameter ± 4 cm dengan berat ± 300 g/buah. Umur panen 50 - 110 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil ± 4 Kg/tanaman. Kebutuhan benih ± 1.000 g/Ha.
 
F1 - MAYA
Cocok ditanam di dataran rendah (<350 m dpl), tanamannya tahan terhadap penyakit Anthracnose dan penyakit embun tepung. Bentuk buah silindris dengan warna kulit buah hijau terang dengan bentuk menyerupai tetes air yang khas dan gemuk, panjang buah ± 24 cm, diameter ± 4 cm dengan berat rata-rata ± 300 g/buah. Umur panen 45 - 110 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil ± 3.5 Kg/tanaman. Kebutuhan benih ± 1.100 g/Ha.
 
F1 - ISABEL
Dapat ditanam di dataran rendah sampai menengah (<600 m dpl), tanamannya tahan terhadap penyakit bercak kering dan embun tepung. Bentuk buah silindris dengan warna kulit buah putih dan rasanya agak pahit. Panjang buah ± 30 cm, diameter ± 4.5 cm dan mempunyai bentuk mata lilin yang khas menyerupai stalagtit. Berat buah rata-rata ± 350 g/buah. Umur panen 45 - 110 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil ± 3 Kg/tanaman. Kebutuhan benih ±1.000 g/Ha.
 
F1 - FRESTY
Cocok ditanam di dataran rendah. Tanaman cukup tahan terhadap penyakit Downey Mildew dan layu Fusarium. Bentuk buah silindris, ujung lancip, berwarna hijau segar. Panjang buah ± 36 cm, diameter ± 4.5 cm dengan berat ± 340 g/buah. Umur panen 50 - 110 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil ± 4 Kg/tanaman. Kebutuhan benih ± 1.000 g/Ha.
 
F1 - COMODOR
Beradaptasi luas, dapat ditanam di dataran rendah sampai tinggi. Tanaman toleran terhadap penyakit Downey Mildew dan tahan terhadap layu Fusarium. Bentuk buah silindris berwarna hijau dengan pajang ± 21 cm, diameter ± 5.4 cm. Pundak buah datar, bentuk lelehan lilin halus, tebal, dan lebar. Berat buah rata-rata ± 260 g dengan potensi hasil ± 6 Kg/tanaman. Dapat dipanen mulai umur 45 hari setelah pindah tanam. Kebutuhan benih ±1.500 g/Ha.
 
F1 - PROTON
Cocok ditanam di dataran rendah sampai tinggi. Tanaman ramping, berdaun kecil dan toleran terhadap penyakit Anthracnose dan embun tepung. Bentuk buah silindris dengan warna hijau gelap mengkilat dengan bentuk lelehan lilin halus dan gemuk, panjang buah ± 17 cm, diameter ± 6 cm dengan berat rata-rata 250 g/buah. Umur panen 40 - 110 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil ± 3.5 Kg/tanaman. Kebutuhan benih ± 1.800 g/Ha.
 
F1 - CORONA
Beradaptasi luas, dapat ditanam di dataran rendah sampai tinggi. Tanaman toleran terhadap penyakit Downey Mildew. Bentuk buah silindris berwarna hijau terang mengkilat dengan panjang ± 26.5 cm, diameter ± 4.2 cm. Pundak buah datar, bentuk lelehan lilin halus. Berat buah rata-rata ± 270 gram dengan potensi hasil ± 4 Kg/tanaman. Dapat dipanen mulai umur 48 hari setelah pindah tanam. Kebutuhan benih ± 1.500 g/Ha.
 
RANI
Beradaptasi luas, dapat ditanam di dataran rendah sampai tinggi. Tanaman tahan terhadap penyakit Downey Mildew dan lalat buah. Bentuk buah silindris berwarna hijau terang dengan panjang ± 26 cm, diameter ± 4.9 cm. Pundak buah datar, bentuk lelehan lilin halus. Berat buah rata-rata ± 290 g dengan potensi hasil ±3.5 Kg/tanaman. Dapat dipanen mulai umur ± 44 hari setelah pindah tanam. Kebutuhan benih ± 1.500 g/Ha.
 




PT. BISI International Tbk - PT. Tanindo Intertraco - PT. Multi Sarana Indotani (MSI).